Valentine: Hari Raya Mengenang Pendeta

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

http://ohdediku.files.wordpress.com/2009/07/jump-for-love.jpgMemasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya

disebut hari kasih sayang. Pada tanggal 14 Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.Bahkan di Madrasah kamipun perayaan tersebut masih berlangsung, nah di artikel kali ini akan kami kupas tuntas tentang Valentine. Yang dulu tidak tahu insya Allah sekarang sudah tahu, disini kami hanya memberikan informasi yang kami tahu, karena dalam agama Islam jika kita mengetahui sesuatu yang baik dan tidak menyebarkannya berarti kita berdosa.

Klik Info Penerimaan Siswa Baru

Sejarah

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine,
versi pertama
, adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine karena menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani, lalu memerintahkan untuk menangkapnya.

Dalam versi kedua, Claudius II melihat bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, lalu dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.

Versi ketiga, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak itu dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi ini, para pendeta memutuskan mengganti tulisannya menjadi “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani. di situs eramuslim.com, Setelah itu, sang pendeta yang memimpin upacara mempersilakan para pemuda maju satu persatu untuk mengambil satu nama gadis yang telah berada di dalam wadah secara acak, hingga wadah tersebut kosong.Setiap nama gadis yang terambil, maka sang empunya nama harus menjadi kekasih pemuda yang mengambilnya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan sang pemuda tersebut selama setahun hingga Lupercalian Festival tahun depan. Tanpa ikatan perkawinan, mereka bebas berbuat apa saja. Dan malam pertama di hari itu, malam menjelang 14 Februari hingga malam menjelang 15 Februari, di seluruh kota, para pasangan baru itu merayakan apa yang kini terlanjur disebut sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Suatu istilah yang benar-benar keliru dan lebih tepat disebut sebagai ‘Making Love Day’ alias Malam Kemaksiatan. (eramuslim.com)

Bagaimana sikap kita jika kita diberi coklat pada hari valentine, apa kita tolak? Silahkan diterima coklat itu karena coklat tersebut adalah rizki dari Allah lantaran orang lain dan anda wajib mengingatkan bahwa hari valentine itu hukumnya haram jika di peringati dan kita juga bisa memeberikan apapun kepada seseorang kita sayangi setiap hari tanpa harus menunggu hari-hari tertentu, betul gak.. (red).


Sumber : http://tauhidullah.wordpress.com/2008/01/31/sejarah-valentin-2/, eramuslim.com, http://www.republika.co.id
Kami mencari sumber di Internet dimana sumber tersebut bisa di percaya. Artikel ini kami tulis ulang dan penataan halaman di percantik sehingga para pembaca nyaman membaca.
{jcomments on}

Info Penulis
Joko supriyanto
Author: Joko supriyantoEmail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Artikel yang ditulis

Artikel terkait Lainnya

Artikel Lainnya

TENTANG KAMI

MA Negeri 2 Bantul atau MAN 2 Bantul (dahulu bernama MAN Sabdodadi Bantul) merupakan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau SMA (Sekolah Menengah Umum) berbasiskan ajaran agama Islam. Program unggunan Keterampilan Multimedia, Otomotif, APHP, Kriya Logam, Tata Busana. VISI Terwujudnya Madrasah yang Unggul Terampil Inovatif Agamis RamaBerwawasan Global dan Santun disingkat MUTIARA BANGSA. Sekolah ini berada di Jl. Parangtritis km 10,5 Bantul. Anda bisa menghubungi kami dengan telepon ke (0274) 367158

 

Peta Lokasi

Top