Otomatisati tangki air menggunakan mikrokontroler berbasis AT89S51

IMG 20130609 120739Dijaman yang serba komputer saat ini penggunakan komputer sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Nah disini penulis akan memberikan suatu enovasi yang mungkin sudah banyak yang mengaplikasikan bahkan di industripun sudah digunakan yaitu Otomatisasi tangki air.alat ini menggunakan mikrokontroler yag diprogram menggunakan computer.Alat ini juga bias dikembangkan untuk keperluan lain misalkan sensor ketinggian air, sensor banjir. Otomatisasi yang penulis buat memang

100% adalah rancangan penulis dari perangkat keras sampai software yang ditanamkan ke mikrokontroler. Penulis berikan secara gratis bagi pecinta elektonik. Tujuan penulis disini adalah hanya mengingat saja rangkaian yang sudah penulis buat ya maklum saja penulis termasuk orang yang pelupa jadi dengan fasilitas online ini diharapkan apa yang sudah pernah penulis buat dapat penulis ingat dan dapat bermanfaat bagi setiap orang. Ok langsung saja.

Klik Info Penerimaan Siswa Baru

Permasalahan

image001-tangki

 

Gambar A diatas adalah otomatis convensional yang banyak di jual di pasaran, cara kerjanya sebagai berikut: 

Sistem menggunakan pelampung yang diisi dengan air ada 2 pelampung batas atas dan untuk batas bawah di kaitkan dengan tali. Tujuannya saat air berada di batas bawah maka saklar akan ON dan menghidupkan motor/pompa, walaupun air sudah melebihi batas bawah saklar tetap ON sampai air di batas atas maka saklar baru akan OFF. Tetapi dalam prakteknya sangat sulit sekali membuat kondisi tersebut karena harus melakukan trial & error isi air di batas bawah dan atas harus pas lebih sedikit saja maka cara kerja yang saya sebutkan tidak akan tercapai, sehingga mengakibatkan pompa akan hidup dan mati dengan jeda yang sangat pendek karena air yang sudah turun di bawah batas atas langsung menghidupkan pompa. Saat seting ini maka harus dicoba saat bak terisi air dan saat kosong sehingga sangat sulit dan melelahkan.dan juga jika baknya besar dan tinggi maka lebih pusing lagi karena tekanan air akan lebih besar, Jika salah seting maka biaya beban listrik akan membengkak karena pompa sering hidup dan mati dengan jarak yang pendek.Serta tidak ada indicator visual seperti lampu yang menunjukkan air sudah terisi sampai ketinggian berapa. Dan harganyapun relative lebih mahal untuk alat yang model konvensional ini, jika kita membuatnya sendiri akan lebih murah dan jelas lebih unggul karena dilengkapi dengan indicator ketinggian air.

image002 skema 2

Gambar B diatas adalah otomatis berbasis Mikroprosesor yang diprogram menggunakan bahasa BASIC yang merupakan rancangan penulis, cara kerjanya adalah sebagai berikut :

Sensor ketinggian air dibuat menggunakan plat Alumunium sebanyak 8 dimana dari sifat air tanah adalah bersifat konduktor jika di aliri listrik, karena air tanah mengandung senyawa logam non organic seperti besi, tembaga, allumuniun dll sehingga air bias digunakan sebagai media sensor. Saat air kosong di bak maka sensor no 1 sampai no 7 tidak terendam air maka control mikrokontroler akan aktif dan menghidupkan pompa, saat sensor 1 terendam air maka indicator lampu no 1 menyala dan pompa masih on demikian seterusnya hingga sensor no 7 terendam air dan lampu indicator akan menyala seiring naiknya permukaan air di bak penampung. Saat air meredam sensor no 7 maka ada waktu 10 detik mikrokontoler untuk mematikan pompa, setelah 10 detik maka pompa akan mati kenapa diberi waktu jeda 10 detik ini tujuannya supaya sensor no7 benar2  terendam air sehingga lampu indicator no 7 tidak berkedip2 karena air belum maksimal merendam sensor no 7. Setelah pompa mati maka air berangsur2 surut,lampu indicator akan padam seiring surutnya air, pompa akan hidup lagi jika sensor no 1 tidak terendam air dan ada jeda sekitar 30 detik untuk menghidupkan pompa, jeda 30 detik ini tujuanya adalah membuat air benar2 sudah tidak merendam sensor no 1.demikian seterusnya.

Klik Info Penerimaan Siswa Baru

Kelebihan alat ini :

  1. Terdapat indikator ketinggian menggunakan led
  2. Terdapat saklar manual dan otomatis sehingga lebih fleksibel
  3. terdapat saklar semi otomatis
  4. biaya lebih murah dan pengaplikasiannya sangat luas bukan hanya untuk pengisi bak otomatis saja

Kelemahan:

  1. Orang yang ingin membuatnya harus mampu di bidang elektronik dan computer
  2. Pemasangan agak rumit (pastikan kabel dari sensor ke mikrokontroler menggunakan kabelyang biasa digunakan untuk kabel jaringan computer untuk mengurangi kerumitan pemasangan)
  3. Plat alumunium harus ada perawatan karena lama kelamaan akan ada korosi diakibatkan reaksi elektrolisa, tetapi jangkanya lama dan sebenarnya masalah ini bias diatasi dengan mengganti allumunium dengan logam lain yang tidak berpengaruh terhadap elektrolisa (seperti pada accu). Nah penulis belum menemukan logam apa yang cocok, kalau udah tahu tolong komen disini ya…

Rangkaian diatas sudah penulis coba dan sampai sekarang alat tersebut masih bekerja, ini foto-fotonya alatnya memang sengaja tidak penulis buat casingnya :


--- "Peralatan ini tidak boleh di komersilkan" ---


{AG}stories/gambar-artikel/foto-tanki-otomatis{/AG}

 



Info Penulis
Joko supriyanto
Author: Joko supriyantoEmail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Artikel yang ditulis

Artikel terkait Lainnya

Artikel Lainnya

TENTANG KAMI

MA Negeri 2 Bantul atau MAN 2 Bantul (dahulu bernama MAN Sabdodadi Bantul) merupakan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau SMA (Sekolah Menengah Umum) berbasiskan ajaran agama Islam. Program unggunan Keterampilan Multimedia, Otomotif, APHP, Kriya Logam, Tata Busana. VISI Terwujudnya Madrasah yang Unggul Terampil Inovatif Agamis RamaBerwawasan Global dan Santun disingkat MUTIARA BANGSA. Sekolah ini berada di Jl. Parangtritis km 10,5 Bantul. Anda bisa menghubungi kami dengan telepon ke (0274) 367158

 

Peta Lokasi

Top