MAN 2 Bantul Laksanakan Uji Publik Kurikulum secara Hybrid

Just Added
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

galeri utama0 9f56f0e035cd500080009d8d10c70263 20210703121627Bantul (MAN 2 Bantul)- Kurikulum menjadi bagian terpenting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang ada dalam sebuah lembaga pendidikan. Tujuan dari disusunnya kurikulum ialah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan perkembangan peserta didik, kebutuhan pembangunan nasional, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Guru memegang peran penting dalam perubahan kurikulum. Sebaik apapun kurikulum yang dibuat, jika guru yang menjalankan tidak memiliki kemampuan yang baik, maka kurikulum tersebut tidak akan berjalan dengan baik.

Pada Rabu (30/6/2021) MAN 2 Bantul yang merupakan madrasah technopreneur melaksanakan uji publik kurikulum. Acara uji publik dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul. Aula dengan kapasitas 80 orang hanya dihadiri oleh 30 peserta, sedangkan guru yang tidak hadir secara langsung diwajibkan mengikuti secara online melalui zoom meeting. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah untuk membatasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yakni pengecekan suhu tubuh, peserta dalam keadaan sehat, menjaga jarak dengan menerapkan tiap meja diisi oleh satu peserta serta waktu maksimal kegiatan berlangsung hanya tiga jam.

Salah satu tujuan uji publik ini adalah mememastikan bahwa semua pihak yang berkepentingan memahami segala pengaturan pada proses pendidikan di MAN 2 Bantul. Semua ini tertuang  di dukumen kurikulum yang telah dirancang oleh tim pengembang kurikulum Madrasah. “Madrasah diamanahi untuk menjadi madrasah keterampilan, dimana siswa dibekali keterampilan yang nantinya madrasah harus bekerja sama dengan lembaga lain untuk menyalurkan kemampuan siswa-siswinya baik di bidang perusahaan makanan, teknologi maupun fashion”, ucap Dr. Sugiyanta, M.PD selaku pakar pendidikan widyaiswara LPMP Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihadirkan pada kegiatan tersebut. Ia menambahkan bahwa kurikulum sebagai inti pengembangan madrasah bukan hanya sebagai elemen akreditasi, oleh karenanya Madarsah harus memberikan pelayanan maksimal pada anak didiknya.(ken)

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter