MAN 2 Bantul Gelar Sidang Kenaikan Kelas

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

utama news 20210615111800Bantul (MAN 2 Bantul)- Kenaikan kelas yang dilaksanakan pada bulan Juni menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa. Salah satu alasan siswa belajar mati-matian menjelang ujian adalah nilai yang menjadi kriteria kenaikan kelas. Penilaian peserta didik tidak hanya di ranah kognitif saja, namun juga ranah afektif dan psikomotor. Penguasaan ranah kognitif meliputi perilaku peserta didik yang ditunjukkan melalui aspek intelektual, pengetahuan serta keterampilan berpikir. Penguasaaan ranah afektif peserta didik dapat ditinjau melalui aspek moral yakni nilai, motivasi, perasaan dan sikap peserta didik. Ranah psikomotorik dapat ditinjau melalui aspek keterampilan yakni implementasi dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas.

Penetapan kebijakan belajar dari rumah atau study from home (SFH) tidak hanya berdampak pada perubahan lokasi kegiatan pembelajaran saja, namun juga terhadap ketentuan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun ( PAT). Dengan adanya PAT, siswa yang memiliki motivasi tinggi akan merasa tertantang karena dirinya selangkah lebih maju menuju gerbang baru dengan pengetahuan dan tanggung jawab yang baru pula, sebaliknya, peserta didik dengan motivasi belajar rendah akan cemas dan khawatir tentang keberlangsungan nasib pendidikannya, akankah tinggal atau naik kelas. Umumnya, setelah PAT selesai, lembaga pendidikan akan disibukkan dengan persiapan pembagian raport.

MAN 2 Bantul mengadakan sidang kenaikan kelas pada Sabtu (12/6/2021). Rapat tersebut membahas tentang syarat kenaikan kelas siswa. Semua guru dihadirkan pada kegiatan ini guna membahas dan mempelajari setiap kendala yang terjadi pada nilai siswa. Setiap peserta yang hadir berhak memberikan pendapatnya, terutama wali kelas dan guru mapel yang bersangkutan untuk menentukan nasib siswa. Adapun nilai KKM yang harus dipenuhi untuk kelas X yakni 70, XI yaitu 73 dan untuk kelas XII yakni 75. “Sebagai guru kita harus bijak dalam mengambil nilai siswa. Nilai tidak hanya didapat dari kemampuan siswa memahami materi, namun juga dari sopan santun dan usahanya dalam menuntaskan pendidikan, terlebih di masa pandemi ini kita perlu mengerahkan semua usaha agar siswa semaksimal mungkin menerima materi yang kita sampaikan,” ucap Is Dwiyanti, S.Pd, salah satu guru kimia MAN 2 Bantul.(ken)

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter