Penilaian Tengah Semester Mata pelajaran Tahfidz Gunakan Media Video Call

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

TahfidzBantul (MAN 2 Bantul)-Kehadiran corona virus yang hingga saat ini masih merebak di Indonesia memaksa berbagai aspek kehidupan berubah. Peserta didik diwajibkan belajar di rumah secara online menyebabkan pembelajaran menjadi tidak seefektif dulu, guru dan siswa membutuhkan perjuangan yang lebih keras untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak sesederhana yang banyak terjadi. Bagaimana tidak pendidik dituntut menciptakan lingkungan belajar yang integratif dan adaptif, interaktif dan reflektif. Guru juga dituntut menguasai teknologi baru seperti Zoom Meeting, Edmodo, Google Clasroom, Zenius, Rumah Belajar, Ruang Guru, Google Suite for Education, Microsoft Office 365 for Education, Line, Whatsapp, Kelas Pintar dan aplikasi pembelajaran jarak jauh lainnya.

Meskipun MAN 2 Bantul memiliki aplikasi E-Smart, namun khusus untuk Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Tahfidz kali ini, madrasah memilih menggunakan aplikasi Whatsapp. Guru akan memvideo call peserta didik secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Meski membutuhkan kuota internet yang cukup besar dan stabil namun aplikasi ini dinilai sebagai lebih efisien dalam mensukseskan PTS. Selain itu, Whatsapp adalah aplikasi belajar yang dimiliki semua siswa MAN 2 Bantul. Adapun aspek yang dinilai dalam PTS Tahfidz ialah makharijul huruf, tajwid dan ketepatan panjang pendek bacaan serta hafalan surat pendek. Materi tahfidz yang diujikan untuk siswa kelas X baik IPA/IPS yakni membaca Qur’an Surat (Q.S.) Al-Baqarah ayat 142-143 dan diuji hafalannya antara Q.S. An-Nas hingga Q.S. Al-‘Asr.

“Sejauh ini siswa-siswi MAN 2 Bantul kelas X disiplin mengikuti PTS Tahfidz. Kami selalu aktif berkomunikasi dengan para siswa untuk kelancaran ujian, sehingga saat sudah menjadi gilirannya mereka sudah siap sedia mengerahkan kemampuan terbaiknya,” ucap Qisti, salah satu guru Tahfidz kelas X. Qosim, guru Tahfidz kelas XI mengatakan bahwa ada dua hal yang menjadi kendala di kelas XI, pertama, beberapa peserta didik cukup sulit dikondisikan, kedua, sinyal siswa yang kurang bersahabat. “Masih ada beberapa tugas untuk kami guru Tahfidz. Kami dituntut mengerahkan lebih banyak waktu untuk membimbing anak-anak, memperbaiki bacaan mereka dan mengajarkan ilmu tajwid sehingga anak bisa membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar,” pungkasnya pada Jum'at (5/3/2021).(ken)

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter