Pelatihan Cloud Computing di MAN 2 Bantul

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

utama news 20210330114209Bantul (MAN 2 Bantul)- Bagi sebagian masyarakat, istilah cloud computing masih terdengar asing. Cloud Computing merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Kehadiran cloud computing di masa sekarang telah merambah luas di tengah masyarakat, terutama dalam pemanfaatan media digital. Lembaga pendidikan terus berupaya meningkatkan wawasan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan penghuninya demi menghadapi era pendidikan 4.0 di masa mendatang, salah satunya melalui komputasi awan ini.

Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet. MAN 2 Bantul menjadi tuan rumah dalam acara pelatihan cloud computing pada Senin (29/3/2021). Acara tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Yayasan Sagasitas Indonesia, Amazon Web Service (AWS) Educate dan 18 Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta. AWS merupakan sebuah platform pembelajaran dari AWS yang menyediakan fiturnya secara gratis untuk guru dan siswa. AWS juga menyediakan modul pembelajaran yang dapat diakses secara gratis. Teknologi cloud computing dapat membanu siswa dan guru menyelesaikan masalah secara cepat, aman dan biaya terjangkau.

Setiap madrasah mengirimkan 3 perwakilan, yakni satu kepala madrasah, satu guru komputer dan satu guru pembimbing penelitian. Tiap peserta diwajibkan membawa laptop dan berkomitmen untuk menjadi AWS Educate Sagasitas Tech for Indonesia 2021 sebagai teachers selama dua semester. “Saat ini Cloud sudah mencapai 17% di dunia dan diprediksi 100% di tahun 2045”, ucap Zainal Abidin A.M. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia harus semakin memperkuat kemampuan di bidang teknologi jika tidak ingin ketinggalan zaman, “Indonesia kaya, bisa beli apapun jika kita bisa memanfaatkan sumber daya alam, tapi kita hanya bisa jadi marketing saja. Indonesia kekurangan orang-orang yang dicari di dunia, yakni orang yang mahir teknologi. Jika kita terus tertinggal maka kita akan semakin dibodohi,” pungkas Zainal di akhir acara.(ken)

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter