Kanwil Kemenag DIY Sarankan MAN 2 Bantul Gunakan Sistem Teaching Factory

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

Kanwil Kemenag DIY Sarankan MAN 2 Bantul Gunakan Sistem Teaching Factory1Bantul (MAN 2 Bantul) - MAN 2 Bantul sebagai madrasah keterampilan satu-satunya di Bantul disarankan untuk menggunakan sistem teaching factory untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Saran itu disampaikan oleh Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Hj. Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum. pada Selasa (23/6/2020) dalam acara Workshop KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di aula MAN 2 Bantul lantai dua. Workshop diikuti oleh seluruh guru madrasah keterampilan Bantul tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas kurikulum dan juga pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi lulusan.

Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Program ini dilaksanakan dalam suasana seperti layaknya industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah. Dilansir dari Grand Design Pengembangan Teaching Factory dan Technopark di SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan dari Kanwil Kemenag DIY Sarankan MAN 2 Bantul Gunakan Sistem Teaching FactorySMK. Teaching Factory juga harus melibatkan para pejabat pemangku kepentingan maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya.

Lebih lanjut Kasi menjelaskan bahwa MAN 2 Bantul dengan ditetapkannya sebagai madrasah plus keterampilan oleh Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI, maka semua kegiatan madrasah terutama kurikulum harus dipersiapkan dengan baik karena status MAN 2 Bantul merupakan madrasah berstandar nasional. “Karena sudah menjadi madrasah keterampilan, maka keterampilan tidak hanya milik guru keterampilan saja, tapi semua civitas akademika harus mengintegrasikan inovasi keterampilan,” lanjut Kasi. Mantan Kepala MAN 2 Kulon Progo tersebut menegaskan bahwa yang diutamakan di madrasah plus keterampilan adalah jiwa interpreneurship. (edp)

Tetap sehat dan semangat#Lawan Covid19

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter