Produk Kurikulum Khas, Harapan Kepala MAN 2 Bantul dari Hasil Workshop KTSP

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

1234Bantul (MAN 2 Bantul) – Sebuah kegiatan yang disebut workshop berbeda dengan seminar atau simposium, perbedaannya pada produk yang dihasilkan. Acara workshop lebih menekankan pada hasil nyata yang diperoleh dari rangkaian agenda pertemuan. Oleh karena itu dalam even ini banyak dilakukan kerja nyata dari para peserta yang terfokus pada tema workshop, Jika tema temu ilmiah ini di bidang pendidikan maka hasil yang diperoleh adalah sebuah perangkat yang diperlukan dalam pendidikan. Produk tersebut bersifat khas atau khusus sesuai dengan maksud dan tujuan workshop.

Demikian yang dilaksanakan di MAN 2 Bantul pada Selasa s.d Rabu (23-24/6/2020) dengan menyelenggarakan workshop KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan tentang regulasi kurikulum khususnya berkaitan dengan karakter atau tipe MAN 2 Bantul sebagai madrasah plus keterampilan. Workshop diikuti oleh seluruh guru madrasah keterampilan Bantul tersebut dan dibuka resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul H. Aidi Johansyah, S.Ag, M.M. didampingi Kepala MAN 2 Bantul Drs, H. Ulul Ajib, M.Pd. dan juga Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, M.M.

Dalam sambutannya Kepala Madrasah memberikan gambaran situasi dan kondisi serta tipe khusus madrasah disertai harapan untuk penyusunan KTSP harus mengacu pada tipe madrasah keterampilan. “Kami menyelenggarakan workshop dengan harapan ada produk yang dihasilkan berupa kurikulum khusus madrasah plus keterampilan,” tutur Kamad. Tidak heran dalam kegiatan tersebut pihak peyelenggara mengundang beberapa nara sumber yang terkait diantaranya Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Pengaws Kemenag serta Widya Iswara dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). (edp)

Tetap sehat dan semangat#Lawan Covid19

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter