Moderasi Beragama dalam Kurikulum; Pesan Kakankemenag di MAN 2 Bantul

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

123Bantul (MAN 2 Bantul) – Indonesia adalah negara yang dipenuhi beberapa agama, maka antar umat beragama harus saling bertoleransi dan menghormati satu sama lain. Demikian juga dalam pengamalan masing-masing agama harus mengikuti prinsip moderasi beragama yang meminta kepada pemeluknya untuk menjaga keutuhan dan persatuan antar umat beragama. Moderasi beragama ini juga memberikan arahan kepada umat  untuk mengindari paham radikalisasi yang masih dijumpai dan akan menurunkan citra agama tersebut di mata orang banyak.

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul H. Aidi Johansyah S.Ag, M.M. pada Selasa (23/6/2020) dalam acara pembukaan workshop KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang berlangsung di aula madrasah lantai dua. Workshop yang diikuti oleh seluruh guru madrasah keterampilan Bantul tesrebut dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada semua pendidik dalam menyusun perangkat kurikulum madrasah. Hadir dalam pembukaan Kepala MAN 2 Bantul Drs. H. Ulul Ajib, M.Pd. dan juga Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, M.M.

Selanjutnya Kakankemenag menegaskan bahwa moderasi beragama ini harus disertakan dalam perangkat kurikulum madrasah dan ditanamkan di hati para siswa agar memahami pentingnya kebersamaan dan persatuan. Menurut orang nomor satu di Kemenag Bantul tersebut ada empat ciri-ciri moderasi beragama yaitu toleransi, kerukunan, kerjasama dan kebersamaan.  “Dengan melaksanakan moderasi beragama, insya Allah negara kita akan dijauhkan dari sifat radikalisme beragama. Apalagi dalam agama Islam telah dipahami bahwa Islam adalah rahmatalil ‘alamin,” tutur Kakankemenag. (edp)

Tetap sehat dan semangat#Lawan Covid19

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter